Sabtu, 03 Oktober 2026

Dilema Kebebasan di Negara Berkembang Pasca Reformasi, Perlukah Kembali ke Sistem Otoriter?

Kadang saya berpikir sedikit aneh ketika melihat fenomena yang mungkin bisa dibilang sebuah “anomi” di negara berkembang seperti Indonesia hari ini. Di tengah pesatnya teknologi informasi, medsos dan sebagainya, informasi yang menyesatkan manusia sudah tak terhingga. Berita dengan narasi-narasi “provokatif” sudah menjadi konsumsi publik sehari-hari dan tidak jarang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Betapa banyak masyarakat awam yang menjadi korban informasi yang tidak benar, dan hal itu seakan terus berulang?!

Hingga terkadang saya berpikir, apakah untuk membendung liarnya informasi yang menyesatkan masyarakat, kita harus kembali pada keberlakuan sistem otoriter yang mungkin pernah diterapkan pada masa Orde Baru, di mana TNI yang menjadi domain kekuasaan, dan informasi publik sedemikian dibatasi oleh negara demi ketertiban dan ketenteraman masyarakat?! Pikiran ini pernah ‘iseng’ saya ajukan di story Instagram, dan mendapat satu respon Netizen yang menanggapi seperti berikut ini:

“Sebagai seorang pelajar yang tumbuh di era keterbukaan informasi, saya ingin bertanya: Jika strategi kontrol media ala Orde Baru diterapkan kembali demi stabilitas, bagaimana kita bisa menjamin hak warga negara untuk mendapatkan informasi yang objektif dan transparan, yang sangat dibutuhkan untuk mengawasi jalannya pemerintahan agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan?” Lalu, setelah itu saya jawab, “bukankah di era keterbukaan informasi publik yang terlalu bebas ini justru sangat banyak informasi yang tidak objektif, hoax dan sebagainya?”

Nah begitu...

Ada yang ingin menambahkan? Silakan komen-komen gaes!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilema Kebebasan di Negara Berkembang Pasca Reformasi, Perlukah Kembali ke Sistem Otoriter?

Kadang saya berpikir sedikit aneh ketika melihat fenomena yang mungkin bisa dibilang sebuah “anomi” di negara berkembang seperti Indonesia h...