Senin, 18 Mei 2026

Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam

Pendahuluan

Secara mendasar, pendidikan merupakan proses perjalanan hidup di mana manusia akan diajarkan berbagai hal tentang apa dan bagaimana melangkah dalam kehidupannya. Dalam istilah lain, secara sederhana pendidikan dipahami sebagai proses memanusiakan manusia. Pendidikan dapat diselenggarakan pada jenjang informal, formal dan non-formal. Terselenggaranya pendidikan tentu harus melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sebuah sistem untuk menaungi semua beban kerja yang bersifat fungsional maupun struktural. Pendidikan menurut undang-undang Sisdiknas adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Konsep Ilmu dan Pendidikan Islam

Menurut Zakiah Darajat ilmu pendidikan Islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam. Ilmu pendidikan Islam juga bisa dikatakan sebagai ilmu pendidikan yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadis. Dalam hal ini yang dimaksud ialah usaha yang berupa asuhan dan bimbingan terhadap anak didik agar suatu saat setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (Muhammad, 2021). Secara sederhana yang dimaksud dengan ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang membahas dan memuat teori tentang pendidikan Islam (Wahdi Sayuti, 2022). Makna dari ilmu pendidikan Islam adalah kumpulan dari beberapa pengetahuan yang telah tersusun secara sistematis, telah diklasifikasi, dan memiliki metode tertentu dalam mewariskan pengetahuan kepada peserta didik melalui proses pengajaran dan pelatihan berdasarkan asas Islam sehingga mewujudkan pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia, sadar dan taat hukum (Safar Danial, tt).

Adapun pendidikan Islam pada dasarnya adalah upaya manusia yang terstruktur dan terencana, sehingga dapat membentuk pribadi muslim yang berkualitas. Sejalan dengan itu pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan saja, tapi lebih dari itu, aspek moral juga menjadi prioritas utama, hal ini sejalan dengan Q.S. al-Mujadalah ayat 11 berikut ini:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

11. “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Menurut Azyumardi Azra, pendidikan Islam merupakan salah satu aspek saja dari ajaran Islam secara keseluruhan. Karenanya, tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya dan dapat mencapai kehidupan berbahagia di dunia dan akhirat (Wahdi Sayuti, 2022). Pada prinsipnya Islam tidak secara eksplisit mengajarkan pendidikan dengan beragam sistem yang telah dikemas sedemikian rupa dalam diskursus dan wacana keilmuan saat ini, namun demikian jika dilihat dari terminologi nilai proses penyelenggaraan pendidikan dengan usaha-usaha ilmiah seperti yang dikembangkan oleh para akademisi saat ini tidaklah bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Islam.

Lingkup Kajian Ilmu Pendidikan Islam

Sebagaimana pengertiannya, maka lingkup bahasan yang menjadi kajian ilmu pendidikan Islam ini adalah masalah-masalah pendidikan atas dasar ajaran Islam yang mencakup aspek tujuan, pendidik, peserta didik, bahan, metode, kurikulum, alat, evaluasi dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan Islam (Wahdi Sayuti, 2022).

Simpulan

Secara konseptual, ilmu pendidikan Islam adalah studi tentang ilmu pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam serta menjadikan al-Qur’an dan al-Hadis sebagai landasan atau pedoman utama dalam menyelenggarakannya. Namun, jika dikaji secara formal, Ilmu Pendidikan Islam memiliki cakupan yang jauh lebih komprehensif, mendalam dan dinamis. 

Referensi

Ilmu Pendidikan Islam; Memahami Konsep Dasar dan Lingkup Kajian. (2022). https://wahdi.lec.uinjkt.ac.id/articles/ilmupendidikanislam,

Muhammad. (2021). Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam. Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam, 3(1), 56. www.ejournal.an-nadwah.ac.id

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta Bandung.

Safar, Danial. (tt). Pengertian Ilmu Pendidikan Islam dalam https://www.academia.edu/

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Dokumentasi Kegiatan Seminar Kepenulisan Ilmiah (Foto: FORMACA UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



























 

Minggu, 17 Mei 2026

Biografi Rektor Ke-9 UIN Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si.

 

Foto: Formaca PPs UIN SGD (2023)

Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. merupakan akademisi Indonesia yang lahir di Bekasi pada 10 April 1962. Saat ini beliau berprofesi sebagai dosen dan dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan sarjananya ditempuh di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kemudian melanjutkan studi magister dan doktor di Universitas Padjadjaran. Dengan latar belakang pendidikan tersebut, Prof. Mahmud menjadi alumni dari dua perguruan tinggi bereputasi di Jawa Barat. Karier akademik Prof. Mahmud berkembang di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Beliau pernah menjabat sebagai Asisten Ahli Madya, Asisten Ahli, Lektor Muda, Lektor Madya, hingga Lektor Kepala pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Selain itu, beliau juga pernah menjadi Pembantu Dekan II Fakultas Tarbiyah, Guru Besar Madya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Guru Besar pada bidang Ilmu Pendidikan Islam. Sebelum menjadi rektor, Prof. Mahmud juga dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pada tahun 2015, Prof. Mahmud dilantik sebagai Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2015–2019 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta. Ia menjadi rektor ke-9 UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan menggantikan Prof. Dr. H. Mukhtar Solihin sebagai pejabat sementara rektor sebelumnya. Dalam sambutannya, Prof. Mahmud menyampaikan bahwa kepemimpinannya dibangun atas dasar kecintaan terhadap kampus dan keinginan untuk membangun lingkungan akademik yang bermartabat, terhormat, dan berakhlakul karimah. Prof. Mahmud mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun kampus dengan menjunjung tinggi falsafah Siliwangi, yaitu silih asah, silih asih, dan silih asuh. Menurutnya, nilai tersebut perlu dilengkapi dengan sikap saling menghormati dan saling mengharumkan satu sama lain, bukan saling menjatuhkan. Ia juga memiliki obsesi menjadikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Prof. Mahmud menekankan pentingnya pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan guna menciptakan kultur akademik yang kondusif. Ia juga mendorong dosen, karyawan, dan mahasiswa untuk memiliki rasa cinta dan bangga terhadap almamaternya. Menurutnya, seluruh civitas akademika harus bersatu agar UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat menjadi perguruan tinggi terbaik. Selain itu, Prof. Mahmud juga menyampaikan gagasannya mengenai model manajemen kampus yang kreatif, inovatif, dan berkah. Dalam pengelolaan lembaga, ia menekankan profesionalisme dengan tetap memperhatikan aturan, moralitas, kompetensi, dan proporsi. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian seluruh dosen dan karyawan terhadap kemajuan lembaga karena keberadaan UIN telah memberikan ilmu, pekerjaan, dan kepercayaan di tengah masyarakat.

Tahun 2019, Prof. Mahmud kembali terpilih menjadi Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk periode 2019–2023. Pelantikan kembali dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta. Dalam periode keduanya, Prof. Mahmud menargetkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi World Class University (WCU). Ia menyatakan akan terus meningkatkan kualitas kampus agar mampu bersaing di tingkat internasional. Selain fokus pada pengembangan akademik, Prof. Mahmud juga memiliki perhatian terhadap penguatan moderasi beragama Islam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun Rumah Moderasi Islam di Kampus 3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Menurutnya, keberadaan Rumah Moderasi tersebut bukan sekadar wacana, melainkan bentuk implementasi nyata dalam mengembangkan moderasi beragama di lingkungan kampus.

Selama kurang lebih delapan tahun memimpin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berbagai prestasi berhasil diraih. Di bawah kepemimpinannya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia dan menempati posisi pertama dalam lingkup perguruan tinggi Islam negeri. Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai rektor, Prof. Mahmud dipercaya menjadi Ketua Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2023-2027. Di luar lingkungan kampus, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan pendidikan. Prof. Mahmud pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, Direktur Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Kabupaten Bekasi, Ketua Umum Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Bandung, Dewan Pakar Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia, Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung, dan Dewan Pertimbangan MUI Jawa Barat.

Pada Februari 2025, Prof. Mahmud kembali memperoleh amanah sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah X MUI Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan di Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus dan ulama di Kabupaten Bekasi untuk bersatu dan bekerja sama membangun MUI ke depan. Berdasarkan catatan yang dimuat dalam majalah Perumda Tirta Bhagasasi, Prof. Mahmud berasal dari keluarga sederhana di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Ayahnya bekerja sebagai sopir. Perjalanan hidup tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya hingga akhirnya dipercaya memimpin salah satu universitas Islam negeri ternama di Indonesia selama dua periode. Keberhasilannya memimpin UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga membuat pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bekasi berharap beliau dapat turut berkontribusi dalam pembangunan daerah asalnya.

Referensi:

Jurnalpos Media - Jadi Rektor Lagi, Mahmud Ingin Moderasi Islam di UIN Bandung dalam https://jurnalposmedia.com/jadi-rektor-lagi-mahmud-ingin-moderasi-islam-di-uin-bandung/

Muhammad Zaldy Zulfikar - Perpisahan Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., CSEE., MCE. dalam https://www.kompasiana.com/perskom/64f882d5e2c0f92cf559d862/perpisahan-rektor-uin-bandung-prof-dr-h-mahmud-m-si-csee-mce

Suara Pembaharuan - Mengenal Lebih Dekat Prof. Mahmud, Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi 2025-2030 dalam https://www.suarapembaharuan.com/2025/02/mengenal-lebih-dekat-prof-mahmud-ketua.html

UIN Bandung - Obsesi Prof. Mahmud Wujudkan Kampus Berkah dalam https://uinsgd.ac.id/obsesi-prof-mahmud-wujudkan-kampus-berkah-2/

UIN Bandung - Prof. Mahmud Pimpin UIN SGD atas Dasar Cinta dalam https://uinsgd.ac.id/prof-mahmud-pimpin-uin-sgd-atas-dasar-cinta-2/

Wikipedia Bahasa Indonesia - Mahmud dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Mahmud

Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam

Pendahuluan Secara mendasar, pendidikan merupakan proses perjalanan hidup di mana manusia akan diajarkan berbagai hal tentang apa dan baga...