Tak terasa sekarang sudah bulan Agustus lagi. Agustus
adalah bulan di mana bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaannya seperti
biasa, dirayakan pada puncaknya di tanggal 17. Banyak cara yang dilakukan oleh
masyarakat dalam rangka menyambut dan ikut memeriahkan hari kemerdekaan ini,
dari mulai menghiasi bendera merah putih di berbagai sudut halaman rumah dan
jalanan sekitar, hingga terlibat ke dalam beragam kegiatan perlombaan dan
sebagainya. Ya, jika dilihat dari aspek positif, ini merupakan
salah satu cermin atau representasi kebahagiaan bagi bangsa Indonesia sendiri
setelah lama dijajah oleh orang-orang Kolonial dan kemudian bisa menghirup
segenap kebebasan (kemerdekaan).
Namun di tengah gemerlapnya kebahagiaan orang dalam
pesta perayaan 17 Agustus ini, tentu tidak luput dari beberapa sisi gelap yang
menyertainya. Jika disebutkan tentu banyak sekali, dari mulai kasus-kasus
yang ringan, sedang hingga besar. Contoh kecil saja adalah masalah anggaran yang
dihabiskan untuk merayakan kegiatan 17 Agustus ini. Kita menyaksikan masyarakat yang bahkan sampai
harus minta-minta di tengah atau pinggir jalan untuk mendapatkan sejumlah uang yang
akan digunakan dalam kegiatan perlombaan.
Bagi saya miris sekali, selain berpotensi mengganggu ketertiban umum, juga secara tidak langsung akan memberikan image negatif terhadap kegiatan perlombaan 17 Agustus tersebut. Saya pernah posting persoalan ini di Story Instagram dan ada salah satu netizen yang menanggapi, “Ya gimana ya… seolah peduli dengan negeri dan ingin merayakan kemerdekaannya, namun cara yang digunakan hanyalah mencerminkan kemiskinan. Lagi pula minta-minta seperti itu jika dibiarkan lama-lama, Ormas pada ikut-ikutan dan jadi pungli sepanjang Agustus, efeknya tahun depan akan dilakukan lagi.” Semoga ke depannya masyarakat Indonesia memiliki kesadaran akan pentingnya dalam mengemas secara baik dan benar, kegiatan perlombaan hari kemerdekaan di bulan Agustus dari mulai wacana, perencanaan hingga tahap akhir kegiatan. Merdeka!!!