Kalau berbicara dalam
konteks hari ini, kita sering menyaksikan tayangan-tayangan diskusi di televisi
mainstream Indonesia. Isu yang sering dibahas tentunya tidak akan lepas dari
tema yang sedang hangat terjadi atau dibicarakan. Beragam narasumber diundang
dengan segala bidang dan latar belakang keahlian masing-masing turut mewarnai
dinamika diskusi yang diperbincangkan tersebut. Tentu saja dialektika yang
dibangun semacam itu, akan mengundang minat sejumlah audiens dan masyarakat
luas guna mendapatkan informasi yang edukatif dan mencerahkan. Tetapi yang
disesalkan beberapa media mainstream hari ini seakan sudah mulai banyak mengundang
narasumber yang tidak lagi mempertimbangkan kompetensi di bidangnya. Atau
sengaja menyandingkan narasumber yang pakar dan yang tidak, dalam satu panggung
diskusi.
Persoalan tersebut
menjadi keprihatinan yang saya rasakan dan mungkin dirasakan juga oleh semua
kalangan masyarakat akademis di manapun. Media mainstream yang seharusnya
bangga menyiarkan dan menampilkan narasumber yang kompeten di bidangnya, hari
ini seakan direndahkan dengan disandingkannya narasumber (saya menyebutnya
oknum-oknum) yang dipertanyakan kepakarannya sehingga mengundang kontroversi.
Dan pada akhirnya, perdebatan pun menjadi tidak ilmiah dan sama sekali tidak
mencerminkan seorang pembicara yang patut diteladani masyarakat. Seorang narasumber
yang tidak pakar, tidak layak dijadikan panutan bersama, apalagi jika sudah
mengabaikan nilai-nilai etika publik. Biasanya apa yang dikatakan narasumber dengan
model-model inkompetensi seperti itu, hanya memberikan kesan di permukaan,
tanpa makna sungguhan. Dan hebatnya lagi, terkadang oknum-oknum seperti itu
sangat pandai berlindung dalam kemasan yang meyakinkan orang untuk menutupi
ketidakpakarannya itu. Tetapi, semoga saja dugaan saya salah.
Ya sudahlah, saya tutup
saja keprihatinan ini dengan sebuah peribahasa yang mengatakan “air beriak
tanda tak dalam”. Makna dari peribahasa tersebut sebagaimana kita ketahui yaitu
orang yang banyak bicara, sombong, atau suka pamer, biasanya tidak banyak ilmu
atau pengetahuannya sangat dangkal. Semoga bermanfaat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar