Ada yang bertanya kepada saya:
Sebagai seorang pelajar yang merasakan
langsung dampak dari setiap perubahan kebijakan, saya ingin bertanya: Jika
kunci keberhasilan kurikulum terletak pada pemahaman guru terhadap regulasi,
lalu bagaimana sistem menjamin bahwa energi guru tidak habis hanya untuk
memahami aturan baru tersebut, sehingga kualitas pengajaran kami di kelas tetap
menjadi prioritas utama?
Saya menjawab:
Sebetulnya kalau berbicara regulasi, saya
lebih menyoroti literasi ya. Artinya literasi regulasi di sini adalah bersikap
bijak dan kritis terhadap "perubahan kurikulum" itu. Karena kalau kita bersikap
dan berpikir kritis, tidak ada "perubahan kurikulum" yang sulit tersebut. Dan
terkait kualitas pembelajaran, hal ini berkaitan erat dengan masalah kompetensi
gurunya. Bukan soal kurikulum. Kita harus ingat bahwa kurikulum itu adalah
pedoman, bukan patokan dalam mengajar, yang seolah-olah tanpa menengakkan
kurikulum secara menyeluruh, pembelajaran berkualitas tidak bisa terwujud.
Disclaimer: Pertanyaan di atas muncul ketika saya sebelumnya memaparkan pentingnya literasi regulasi bagi guru, khususnya terkait kebijakan kurikulum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar